Halo sahabat selamat datang di website ambulancejogja.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Positif Corona Tambah 11, Mayoritas Tanpa Gejala, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

YOGYAKARTA (MERAPI)-Pemda DIY melaporkan penambahan 11 kasus positif Covid-19 di Yogya, Kamis (13/8) dari 401 sampel yang diperiksa pada 371 orang, sehingga total kasus positif Covid-19 di Yogyakarta sebanyak 911 kasus. Di sisi lain, ada 13 pasien corona sembuh sebingga total pasien sembuh sebanyak 646.
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan, mayoritas kasus merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG), dari total 911 kasus positif sekitar 70 persen.
"Sekitar 70 persen tanpa gejala," ungkapnya.
Dijelaskan, penambahan pasien positif merupakan kasus 906 hingga 916 terdiri dari dua warga Kota Yogyakarta, satu warga Bantul, satu warga Kulonprogo, dan tujuh warga Sleman.
"Distribusi kasus terdiri dari empat kasus karyawan kesehatan, dua kasus perjalanan luar daerah, satu kasus pasien pra operasi dan dua kasus masih dalam penelusuran," ungkapnya.

Sementara itu dilaporkan 13 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19 sehingga total kasus sembuh sebanyak 646 orang. Terdiri dari empat orang warga Bantul, satu orang warga Gunungkidul, dan delapan orang warga Sleman.
Di Wates, DPRD Kabupaten Kulonprogo meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di wilayah setempat segera merapatkan barisan dan memperkuat komunikasi lintas pemangku kepentingan untuk mencegah penyebaran Covid-19, khususnya Klaster Srikayangan yang menyebabkan adanya delapan pasien positif.
Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati mengatakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten harus meningkatkan koordinasi dengan satuan tugas tingkat desa/kelurahan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti penggunaan masker.

"Klaster Srikayangan bila berada di satu wilayah, segera dilakukan isolasi wilayah lokal atau lock down lokal, seperti kasus penyebaran Klater Pedagang Ikan di Pasar Mendit dan Pasir Kadilangu," kata Akhid Nuryati.
Srikayangan merupakan salah satu desa di Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulonprogo.
Ia mengatakan berdasarkan pengalaman dirinya terjun dalam percepatan penanganan Covid-19 di Klaster Pedagang Ikan, kemudian secara lokal di isolasi lokal. Sehingga sampai hari ini, Klaster Pedagang Ikan hanya menyebabkan tiga pasien, dan tidak ada penyebaran ke luar.
"Harapan saya, kasus Klaster Srikayangan juga dilokalisir, sehingga tidak menyebabkan pasien baru," harapnya.

Ia mengatakan dengan penambahan pasien positif COVID-19 baru pada Rabu (12/8) sebanyak delapan orang dari Klaster Srikayangan, maka DPRD Kulon Progo harus waspada dan cermat. Artinya, orang tanpa gejala sangat banyak, sehingga kita sendiri yang harus menjaga diri, tetap bahwa protokol kesehatan harus menerapkan protokol kesehatan.
"Penambahan pasien ini tidak lain sangat signifikan dan memecah rekor di Kulonprogo akibat adaptasi kebiasaan baru yang dipahami masyarakat kurang pas. Artinya, masyarakat menganggap tatanan masyarakat itu sudah normal sebelum ada Covid-19. Ini yang kita sosialisasikan kepada masyarakat," katanya.

Wakil Ketua II DPRD Kulonprogo Lajiyo Yok Mulyono mengaku sangat kaget dengan munculnya Klater Srikayangan yang menyebabkan delapan orang, dan dua orang meninggal dunia.
"Kami minta petugas kesehatan melakukan penelusuran masyarakat yang melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19. Kemudian, gugus tugas harus bergerak cepat supaya Klater Srikayangan tidak menyebar, bila diperlukan segera dilakukan lock down lokal," katanya.(C-4).

Itulah tadi informasi mengenai Positif Corona Tambah 11, Mayoritas Tanpa Gejala dan sekianlah artikel dari kami ambulancejogja.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Post a Comment

 
Top